Tampilkan postingan dengan label Aperture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aperture. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Maret 2017

Kenali Kamera Anda Sebelum Jepret-Jepret (aperture dan iso)

APERTURE

Aperture adalah lebar bukaan lensa. Terjemahan dalam bahasa indonesia adalah "bukaan" atau "bukaan diafragma". Penulisan dan ukuran yang dipakai adalah F per sekian, semisal F/4, Yang berarti lensa terbuka dengan diameter sebesar 1/4 dari focal lenght. Kalau dilanjutkan dari analogi sebelumnya dengan keran air maka besarnya aperture adalah seberapa lebar anda membuka keran air. Penerapannya pada kamera adalah sebagai berikut:

  • Pada aperture lebar misalnya F2/8 lensa terbuka lebar dari cahaya yang ditangkap sensor lebih banyak
  • Pada aperture sempit misalnya F/11 lensa terbuka sempit dan cahaya yang ditangkap sensor lebih sedikit.

Efek Pengaturan Aperture 

Efek dari pengaturan aperture adalah Depth of Field (Dof), Semakin sempit aperture maka semakin dalam pula kertajaman gambar. Lebih lanjut mengenai Dof akan di perdalam  pada bagian komposisi.

 Iso (Sensitivitas)

Iso sebenarnya singkatan dari International Standardization Organization. Pada fotografi, istilah ini digunakan untuk tingkat kepekaan film/sensor terhadap cahaya. Istilah ini sama dengan ASA atau DIN pada foto analog (film).

Analogi ISO dalam fotografi adalah kuas untuk melukis. Semakin besar kuas maka semakin cepat melukis, semakin kecil kuas maka semakin halus/detail gambar yang di buat. Aplikasi pada kamera sebagai berikut:
  • Pada ISO rendah, sensor lebih detail butuh waktu lebih lama untuk sensor menangkap gambar, tetapi gambar tertangkap maksimal.
  • Pada ISO tinggi sensor lebih sensitif dengan waktu cepat bisa menangkap gambar namun akan terjadi penurunan kualitas detail gambar.
Berikut acuan lazim untuk setting ISO (Jangan di jadikan patokan sesuai selera saja)
  • ISO 100 untuk foto dengan banyak cahaya (outdoor, slow speed)
  • ISO 200 untuk foto dengan kondisi cukup terang
  • ISO 400 untuk foto dengan pencahayaan sedang (ruangan normal)
  • ISO 800 Untuk foto indoor dengan cahaya agak redup
  • ISO 1600 dst: untuk foto dengan kondisi cahaya kuran

Efek Dengan Pengaturan ISO

Pada ISO tinggi akan muncl gangguan pada gambar seperti "beras tumpah" atau ketombe yang biasa disebut dengan noise. Setiap kamera memiliki karakter noise yang berbeda. Untuk kamera DSLR keluaran paling terbaru, Noise umumnya mulai merusak gambar pada ISO 1600. Untuk lebih detailnya silahkan di coba dengan kamera yang anda punya

Minggu, 19 Maret 2017

Kenali Kamera Anda Sebelum Jepret-Jepret

"Tak kenal maka tak sayang" Pepatah lama ini juga berlaku dalam fotografi. Untuk bisa menghasilkan foto yang lebih baik anda harus mengenalperalatan fotografi yang Anda gunakan, sehingga fungsi dan fitur yang tersedia bisa digunakan secara maksimal.

Untuk lebih cepat memahami setiap topik, saya sarankan anda menyiapkan kamera dan buku manual sebagai referensi. Setiap produsen dan seri kamera sering memiliki cara menyebut dan menampilkan menu yang berbeda-beda sehingga banyak hal yang harus Anda coba langsung di kamera dan dicocokkan dengan buku manual.

Baca Juga : Pengetahuan Dasar Fotografi (Aperture dan Iso)

PRINSIP DASAR KERJA KAMERA D-SLR 

kita akan membagi dasar kerja kamera D-SLR dalam 2 step: step pertama yaitu mengintip (viewing) dan step kedua menyimpan gambar (capture). 
cara kerja kamera DSLR
Prinsip dasar cara kerja Kamera DSLR


Pada step mengintip cahaya akan masuk melalui lensa aperture, kemudian ke prisma segilima prisma pentaprism. Oleh prisma citra dari objek diteruskan menuju viewfindev anda mengintip.Pada step menyimpan cermin ditarik keatas oleh mekanisme shutter. Sebagai akibatnya cahaya akan diteruskan langsung ke arah Sensor. Selanjutnya sensor akan mengubah cahaya menjadi data digital dan disimpan sebagai gambar.

SHUTTER SPEED


Shutter speed, atau di kenal juga sebagai Exposure Time, adalah lama waktu sensor kamera menerima cahaya/citra dari objek. Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia baku adalah "kecepatan rana" satuan simbol yang dipakai untuk Shutter Speed adalah detik (atau lazim ditampilkan sepersekian detik).

Secara sederhana, proses penangkapan gambar ini adalah : shutter speed membuka gambar direkam oleh sensor shutter menutup. Lama waktu antara shutter membuka hinggaa menutup itulah yang di sebut dengan shutter speed .

Analogi yang sering di gunakan adalah keran air dan gelas, lama waktu keran terbuka mewakili shutter speed dan air mewakili jumlah cahaya. Pada Shutter Speed cepat, misalnya 1/100 detik, Jeda waktu terbukanya shutter sangat pendek, dan jumlah cahaya yang ditampung oleh sensor menjadi sedikit. Hasilnya adalah gambar yang lebih gelap.

shutter speed
Keran Air yang di analogikan Shutter Speed


Sedangkan dengan shutter speed yang lebih lambat (semisal 1/25 detik) jeda waktu menerima cahaya menjadi lebih panjang dan cahaya yang di tangkap sensor menjadi banyak. Hasilnya adalah gambar yang lebih terang.

Efek Pengaturan Speed
Selain mengatur jumlah cahaya yang ditangkap, pengaturan shutter speed juga menentukan tertangkap atau tidaknya pergerakaran (motion) dari objek. Pada shutter speed cepat, objek akan terlihat seperti tidak bergerak, atau sering disebut dengan "freezing" dan sebaliknya speed rendah objek akan terlihat kabur dan berbayang atau umumnya disebut dengan "motion blur".

Lanjutan kesini 

Comments system

Disqus Shortname